Pengamat: Indonesia Belum Siap Adopsi 5G

“Ini akan jadi cara efektif sebab bisa menyambungkan media online dari rumah ke rumah. Cuma tetap jadi kendala sebab FO memerlukan dana yang tak sedikit. Jadi kalau ditanya lebih baik yang mana, saya memilih membangun mesin BTS sebab biayanya lebih hemat dari pada FO,” terang Nonot.

“Inilah kewajiban kami, mau tidak mau mesti memaksimalkan BTS yang kecil-kecil itu dengan memakai kabel optik. Jadi dengan menyambungkannya ke dalam rumah-rumah, seluruh orang dapat mengakses media online kelak dengan jaringan 5G yang cukup cepat,” ia melanjutkan.

Pembangunan infrastruktur untuk jaringan 5G di nilai Nonot menjadi salah 1 langkah strategis Indonesia untuk memasuki global era ekonomi digital. Menurutnya, ekonomi digital tidak melulu mesti eCommerce, tetapi dari segala sisi yang berhubungan dengan hal digitalisasi.

“Ekonomi digital sekarang bukan lagi mengenai eCommerce, seluruh yang terjadi akibat proses digitalisasi dapat berpotensi mendompleng hal ekonomi digital. 5G pun akan memegang sebuah peranan terpenting untuk hal itu,” pungkasnya.